Sunday, November 20, 2016

SEPASANG SYAIR LOGIKA


SEPASANG SYAIR LOGIKA
Armahedi Mahzar (c) 2016

SYAIR ARITMETIKA LOGIKA

Ketika Ki Algo menemukan sebuah metoda
di mana TIDAK dilambangkan PLUS SATU MINUS
lalu DAN dilambangkan MINUS SATU PLUS
seperti yang dilakukan George Boole,



sementara pernyataan kategoris Aristoteles
SEMUA anu ITU atau TIDAK begitu
serta SEBAGIAN anu ITU atau TIDAK begitu
semuanya bisa dinyatakan sebagai rumus di mana



SEMUA dilambangkan PLUS SATU MINUS
yang juga merupakan pelambang bagi TIDAK
SEBAGIAN dilambangkan dengan PLUS
yang juga merupakan pelambang bagi ITU,


maka kesimpulan semua silogisme
bisa disimpulkan dengan cara
menggabungkan pelambang kedua alasan
dengan pelambang DAN lalu dihitung



Jika hasil dari perhitungan itu adalah
pelambang pernyataan kategoris
maka silogisme itu pastilah absah
tak mungkin disangkal siapa pun



Contohnya silogisme Barbara
KARENA SEMUA anu ITU begini
DAN SEMUA begini ITU begitu
MAKA SEMUA anu ITU begitu



pelambang bagi gabungan alasannya
adalah +1-anu+begini-1+1-begini+begitu
= +1-anu+begitu yaitu pelambang
bagi kesimpulan SEMUA anu ITU begitu

Begitu pula keduapuluh empat
silogisme absah temuan Leibniz
bisa dibuktikan dengan cara sama:
perumusan aritmetika bagi logika



==========================================
SYAIR POETIKA SILOGISME

Ni Suiti melihat rumus-rumus aritmetika
bagi silogisme yang ditemukan Ki Algo
segera mendapat ilham dalam dunia sastra
mengganti rumus jadi bait-bait syair



Bila rumus-rumus dan operasi aritmetika
disamarkan sebagai adegan-adegan tentang
pangeran, putri, kurcaci dan naga

untuk anu, begitu, begini dan 1



di mana menari pelambang bagi PLUS
dan duduk jadi pelambang bagi MINUS
maka rumus bagi silogisme Barbara
bisa diuntai sebagai bait-bait syair








{ini bait pelambang premis minor}

Seorang kurcaci dan seekor naga
di atas panggung keduanya menari
ditonton oleh seorang pangeran
duduk sendiri di luar gelanggang


{dan bait pelambang penggabung DAN}

Kemudian datanglah seekor naga
segera duduk ikut menonton,
dan menunggu tamu berikutnya yang 

akan datang masuk ke gelanggang

{serta bait pelambang premis major}

Lalu datang putri dan seekor naga
keduanya ke panggung ikut menari
lalu datang lagi seorang kurcaci
yang ikut duduk bersama pangeran,


{inilah bait pelambang deduksi}

Tiba-tiba naga yang duduk menonton
bangkit menyerang naga penari
keduanya pun segera berkelahi
menghilang setelah keduanya mati


Namun kemudian kurcaci yang duduk 
bangkit mengajak kurcaci penari
untuk keluar dari dalam gelanggang
keduanya menghilang ke dalam hutan


{dan ini bait pelambang konklusi}

Tinggal pangeran duduk sendiri
menonton sang puteri dan naga
yang sedang menari bersama-sama
bergembira sambil beryanyi-nyanyi


{akhirul kata}

Itulah kisah yang diceritakan
oleh Ni Suiti pada Si Ome cucunya
untuk mengajarkan silogisme Barbara.
begitulah alur ceritanya.

No comments :